Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 November 2015

Urgensi Wudhu






“Barang siapa yang berwudhu dan membaguskan wudhunya, maka akan keluarlah dosa-dosa dari badannya, sampai-sampai ia akan keluar dari bawah kuku-kukunya.” (HR. Muslim dalam Kitab at-Thaharah)

Rasulullah menyuruh umatnya untuk menyempurnakan wudhu, ternyata memang banyak kesalahan berwudhu yang sering kita lakukan karena masih belum memahami makna dan fakta menakjubkan di balik menyempurnakan wudhu.

Prof. Dr. Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology berkebangsaan Austria, meneliti tentang keharusan wudhu sebelum melakukan sholat, ia menemukan sesuatu yang menakjubkan terhadap wudhu, sehingga menyampaikannya pada hidayah Islam.

Ia mengemukakan sebuah fakta yang sangat mengejutkan bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka dari tubuh manusia ternyata berada di sebelah dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini ia menemukan hikmah di balik wudhu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut.

Pada akhirnya Leopold memeluk agama Islam dan mengganti nama menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.

Selain itu, ahli syaraf/neurologist pun telah membuktikan dengan air wudhu yang mendinginkan ujung-ujung syaraf jari-jari tangan dan jari-jari kaki berguna untuk memantapkan konsentrasi pikiran.
Perhatikanlah bahwa anggota tubuh yang wajib dan sunah dibasuh air wudhu merupakan bagian tubuh yang memiliki banyak titik-titik akupuntur. Setelah dihitung-hitung… ternyata terdapat 493 titik reseptor pada anggota wudhu !
Ratusan titik akupunktur tersebut bersifat reseptor terhadap stimulus berupa basuhan, gosokan, usapan, dan tekanan/urutan ketika melakukan wudhu.

Stimulus tersebut akan dihantarkan melalui meridian ke sel, jaringan, organ dan sistim organ yang bersifat terapi. Hal ini terjadi karena adanya sistem regulasi yaitu sistem syaraf dan hormon bekerja untuk mengadakan homeostasis (keseimbangan). Maasya Allah... Bayangkan jika kita melakukan hal tersebut setiap hari paling sedikit 5 kali sehari.

Berikut ini beberapa gerakan wudhu yang sering salah kita lakukan, begini cara utk menyempurna kannya :

1. Rangsangan di tangan & kaki

Coba ingat-ingat saat kita membasuh telapak kaki & tangan, apakah sela-sela jari tangan dan kaki sering kita abaikan?
Kita sering sekadar cuci tangan di bawah pancuran air tanpa menggosok-gosoknya, padahal ada fakta menarik yang perlu diketahui:
Di antara sela-sela jari tangan dan kaki terdapat masing-masing satu titik istimewa (Ba Sie pada sela-sela jari tangan & Ba Peng pada sela-sela jari kaki). Jadi, keseluruhannya terdapat 16 titik akupunktur. Berdasarkan riset pakar akupunktur, titik-titik tersebut apabila dirangsang dapat menstimulasi bio energi (Chi) guna membangun homeostasis (keseimbangan). Sehingga menghasilkan efek terapi yang memiliki multi indikasi, seperti untuk mengobati migren, sakit gigi, tangan-lengan merah, bengkak dan jari jemari kaku. Subhanallah!

2. Membersihkan rongga hidung

Selanjutnya, hal yang sering diabaikan dalam wudhu adalah menghirup air ke dalam hidung. Kita sering kali hanya membasuh hidung, dan tidak menghirup air masuk ke rongga hidung kemudian mengeluarkannya kembali (istinsyaaq).

Penelitian dari Universitas Aleksandria membuktikan bahwa kebanyakan orang yang berwudhu secara kontinyu, maka hidung mereka bersih dan bebas dari debu, bakteri dan mikroba. Lubang hidung merupakan tempat yang rentan dihinggapi mikroba dan virus, tetapi dengan membasuh hidung secara kontinyu dan melakukan istinsyaaq (memasukkan air kedalam hidung kemudian mengeluarkannya ketika berwudhu), maka lubang hidung menjadi bersih dan terbebas dari radang dan bakteri.

3. Berkumur-kumur
Yang tak kalah penting adalah kumur-kumur dan bahkan Rasulullah menganjurkan setiap kali akan shalat. Penelitian modern membuktikan bahwa berkumur dapat menjaga mulut dan tenggorokan dari radang dan menjaga gusi dari luka. Berkumur juga dapat menjaga dan membersihkan gigi dengan menghilangkan sisa-sisa makanan yang terdapat di sela-sela gigi setelah makan.
Manfaat berkumur lainnya yg juga penting adalah menguatkan sebagian otot-otot wajah dan menjaga kesegarannya. Berkumur merupakan latihan penting yang diakui oleh pakar dalam bidang olahraga, karena berkumur jika dilakukan dengan menggerakkan otot-otot wajah dengan baik dapat menjadikan jiwa seseorang tenang.

4. Reseptor syaraf telinga
Lain lagi tentang telinga, kita sering kali hanya membasahi telinga, padahal di daun telinga ternyata terkandung banyak sekali titik reseptor syaraf telinga. Maka itu saat menyapu telinga jangan hanya membasuh saja, tapi harus dengan pijatan juga. Ini namanya aurikulopressure alias pijat akupunktur telinga.

Jelas bahwa menyempurnakan wudhu sungguh bermanfaat luar biasa untuk diri kita. Semoga Allah memudahkan kita untuk menyempurnakan wudhu kita


Sumber WA Group

Rabu, 15 Juli 2015

Ciri Instansi Pemerintah Bersih dan Korup


Penilaian bersih atau kotornya sebuah instansi tentunya harus dilakukan melalui sebuah pemeriksaan/ penyidikan oleh instansi penegak hukum.

Tapi itu tentunya membutuhkan waktu yang lama dan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa masyarakat Indonesia suka dengan sesuatu yang instan dan tergesa-gesa. Oleh karena itu saya akan memberikan tips 10 cara cepat dan mudah mengenal bersih atau tidaknya sebuah instansi dari praktek pungli, kolusi, korupsi dan nepostisme.

Berikut uraiannya.

1. Kebiasaan makan para pegawainya

Instansi yang bersih: Jika makan di warung makan para karyawan akan membayar sendiri-sendiri makanan mereka. Jarang ada acara makan-makan.

Instansi yang korup: Ada kebiasaan saling traktir antar pegawai. Sering ada acara makan-makan. Uang mudah, keluar mudah.

2. Pegawai honorer

Instansi yang bersih: Biasanya hanya mempekerjakan tenaga honorer di bidang kebersihan dan keamanan saja. Itupun biasanya merupakan tenaga outsourcing.



Instansi yang korup: Banyak mempekerjakan honorer. Para pegawai honorer ini terdapat di semua seksi yang ada di kantor. Pegawai asli malah lebih banyak menganggur. Pegawai honorer umumnya adalah kerabat dari pegawai dengan harapan kelak akan diangkat sebagai pegawai tetap.

3. Keberadaan orang asing

Instansi yang bersih: Tidak pernah ada orang-orang asing yang bercokol di kantor ataupun di sekitar kantor.


Instansi yang korup: Biasanya sering dihuni oleh orang-orang asing/bukan pegawai. Mereka setiap hari bercokol di dalam atau di sekitar kantor tersebut. Biasanya mereka menjadi calo atau makelar penghubung antara orang kantor dengan warga yang membutuhkan layanan.

4. Sikap bawahan terhadap atasan

Instansi yang bersih: Sikap hormat bawahan terhadap atasan sewajarnya. Begitu juga atasan terhadap bawahan tidak akan terlalu menuntut. Tugas atasan terhadap bawahan akan dianggap sebagai beban. Tidak ada pamrih atau harapan tertentu. Tercipta suasana egaliter.


Instansi yang korup: Sikap hormat bawahan terhadap atasan berlebihan dan cenderung menjilat. Bawahan disuruh atasan malah senang dan bangga. Merasa jadi orang penting. Ada pamrih mendapatkan sesuatu. Entah jabatan atau materi. Atasan cenderung sangat berkuasa dalam mengatur kantor tanpa ada yang berani melakukan kritik atau protes.



5. Ada Seksi favorit

Instansi yang bersih: Tidak ada satu bagian kantor yang menjadi favorit dan diincar banyak orang. Semuanya sama saja. Yang membedakan hanya pekerjaannya.

Instansi yang korup: Ada seksi tertentu yang menjadi incaran banyak orang. Mereka menyebutnya dengan istilah seksi basah dan seksi kering. Seksi ini menjadi sumber dana bagi semua kegiatan foya-foya kantornya.

6. Target

Instansi yang bersih: Para pegawainya sangat menyukai target dan pekerjaan yang memerlukan biaya rendah untuk menghindari resiko kesalahan dan beban pekerjaan yang berat.


Instansi yang korup: Para pegawai mengharapkan target pekerjaan yang tinggi dan berbiaya besar. Karena semakin besar biaya yang terlibat semakin besar peluang korupsinya.

7. Auditor atau Pemeriksa

Instansi yang bersih: Biasa-biasa saja didatangi tim auditor/pemeriksa baik dari internal maupun eksternal. Temuan dari tim pemeriksa akan direspon sesuai dengan saran pemeriksa. Instansi yang bersih biasanya juga jarang sekali kedatangan tim auditor/pemeriksa. Umumnya pemeriksa yang bersih enggan mengaudit kembali karena jarang menemukan koreksi atau bagi tim auditor yang nakal merasa tidak memperoleh sesuatu. Instansi yang bersih umumnya berani nyuekin tim auditor/pemeriksa.


Instansi yang korup: Ketakutan menghadapi pemeriksa. Saran dan temuan Pemeriksa akan dihadapi dengan berusaha membayar/menyuap tim auditor agar menutupi atau membelokkan temuan tim auditor/pemeriksa. Tim auditor suka banget mendatangi intansi model begini. Bahkan cenderung menjadi langganan. Karena dengan mudah mereka akan mendapat banyak temuan. Dan bagi tim auditor yang nakal mereka akan mudah memperoleh sesuatu dalam jumlah besar. Di sini tim auditor akan dilayani bagaikan raja.

8. Wartawan

Instansi yang bersih: Instansi yang bersih akan menghadapi wartawan dengan sewajarnya. Tidak menutup-nutupi keadaan di kantor. Akibatnya sebuah instansi yang bersih jarang didatangi wartawan. Utamanya wartawan yang nakal karena tidak pernah mendapatkan sesuatu. Wartawan yang datang biasanya memang serius akan meliput suatu berita atau mencari data yang valid.


Instansi yang korup: Ketakutan didatangi wartawan. Mereka sebisa mungkin menghindari bertemu wartawan dan menolak wawancara. Instansi seperti ini sering menjadi incaran wartawan. Umumnya adalah wartawan nakal yang mengharapkan sesuatu.

9. Parsel dan makanan

Instansi yang bersih: Tidak ada parsel atau makanan kecil yang berlimpah di kantor. Umumnya klien kantor tersebut sudah percaya bahwa ada atau tidak adanya pemberian mereka akan dilayani dengan standar pelayanan yang sama. Jika ada parsel biasanya nilainya kecil dan berasal dari uang kebersamaan di mana pegawai yang berkedudukan lebih tinggi akan dipotong uang kebersamaan lebih besar tetapi parsel yang diterima sama. Intinya ada pengorbanan yang lebih besar dari pegawai yang berpenghasilan lebih besar. Tercipta rasa keadilan.

Instansi yang korup: Banyak parsel berseliweran di kantor atau rumah pegawainya. Di dalam ruangan kantor juga tersedia makanan kecil yang berlimpah. Ini karena umumnya klien ketakutan pelayanan akan terhambat jika tidak ada pemberian. Terjadi anomali bawahan justru memberikan parsel kepada atasan layaknya upeti. Biasanya nilai parsel signifikan. Asal muasal dana untuk pengadaan parsel tidak jelas.

10. Hubungan antar pegawai

Instansi yang bersih: Hubungan antar pegawai harmonis karena tidak ada perasaan sebagai karyawan elit atau karyawan berpenghasilan lebih tinggi. Tidak ada pegawai yang berfungsi sebagai bos. Sangat jarang terjadi perselingkuhan antar pegawai.

Instansi yang korup: Sering terjadi hubungan yang panas antar pegawai akibat rasa iri dan dengki antar mereka. Penyebabnya adalah adanya perbedaan penghasilan antar pegawai yang berpangkat sama. Selalu ada pegawai yang bersikap dan berfungsi layaknya bos dan tukang traktir karena banyak mendapat penghasilan ilegal. Banyak terjadi perselingkuhan antar pegawai. Uang panas akan membuat pemiliknya suka bermain api.

Itu adalah 10 tips yang dengan kasat mata bisa dilihat oleh orang dalam maupun luar untuk menilai kondisi suatu instansi. Sebenarnya ada juga ciri lain yang lebih spesifik. Tetapi ini umumnya hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang terlibat. Seperti mark up harga barang di kuitansi seperti pernah diungkapkan oleh salah seorang perempuan yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil yang mengaku pernah melakukannya di sebuah media.

Tetap kecenderungan yang ada adalah apabila satu indikasi ada, maka indikasi-indikasi yang lain akan mengikutinya.

Wallahu alam bishawab 
Sumber: 
Diambil langsung dari sumber asli : http://chillinaris.blogspot.com/2015/03/10-ciri-instansi-pemerintah-korup.html?utm_source=BP_recent&utm-medium=gadget&utm_campaign=bp_recent

Selasa, 24 Desember 2013

Tuol Sleng Cambodia (Menyusuri sejarah kekejian manusia paling biadab)

Alhamdulillah saya berkesempatan mengunjungi museum Tuol Sleng Kamboja tanggal 26 Nopember 2013, catatan penting nya adalah keluar dari museum itu saya lemas, bergidik dan tak percaya ada manusia yang kejamnya luarbiasa sadis tak terkira.

Museum tersebut benar-benar saksi sejarah kelam bangsa kamboja masa lampau (tahun 1975 sd 1979), kata kata saja tidak bisa mewakili perasaan saya untuk mengungkapkan penderitaan mereka yang disiksa, tanpa terasa saat menulis ini air mata saya merebak, kembali saya bersyukur,  kita wajib bersyukur dengan tatanan kehidupan kita di tanah air kita sangat jauh  dibandingkan dengan saudara2 kita di kamboja saat lampau maupun saat ini.

Museum Tuol Sleng sebelumnya adalah sebuah sekolah menengah bernama Chao Ponhea Yat yang di rubah menjadi penjara. Semasa pemerintahan Lon Nol, nama sekolah diubah menjadi Tuol Svay Prey High School. Setelah kekuasaan di Kamboja jatuh ke tangan Pol Pot, pada tahun 1975 sekolah ini diubah menjadi sebuah penjara tempat interogasi dan penyiksaan tahanan yang dituduh sebagai musuh politik Khmer Merah.

 Pada masa itu, penjara ini merupakan penjara terbesar di Kamboja dengan tembok seng berlapis dan dilingkari kawat berduri yang padat. Penjara ini dikenal dengan sandi rahasia “S. 21″ (Security Office 21). Jika dari depan, bangunan museum ini (yang juga sebagai bangunan penjara) berbentuk huruf U dan memiliki empat gedung, gedung-gedung ini diberi nama A, B, C, D dan semuanya memiliki cerita kelam tentang kekejaman Pol Pot. bangunan di komplek tersebut diubah pada bulan Agustus 1975, empat bulan setelah  Khemer Merah memenangkan perang saudara, masing-masing gedung terdiri dari tiga lantai.

Dari tahun 1975 sampai 1979, diperkirakan "17.000 orang" dipenjarakan di Tuol Sleng (perkiraan lain menunjukkan angka setinggi 20.000, meskipun jumlah sebenarnya tidak diketahui). Setiap satu hari, 1.000-1.500 tahanan dibunuh dan disiksa. Mereka berulang kali disiksa dan dipaksa untuk menyebutkan anggota keluarga dan rekan dekat, yang nanti pada saat gilirannya ditangkap, disiksa dan dibunuh.

Apa sebenarnya yang menjadi tujuan Rezim Pol Pot dengan perlakuan yang maha keji tersebut. Penjelasan selanjutnya dari guide cantik mungil yang mendampingi kami sedikit menjawab pertanyaan. Pol pot ternyata ingin membentuk pemerintahan dari “nol”, dimana rakyat yang dipimpinnya dapat menerima nilai-nilai baru yang ingin ditanamkan tanpa banyak bertanya ataupun melawan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka siapapun yang dianggap berbahaya dan akan membahayakan kekuasaannya harus dibasmi, seperti diantaranya adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi, termasuk guru-guru, dosen dan professor, bahkan orang pakai kaca-mata pun di tangkap karena dianggap pintar, mereka yang duduk dalam pemerintahan sebelumnya,  juga mereka yang bisa berbahasa Inggris. Lebih gila lagi adalah yang diburu dan dibunuh tidak hanya individu dari masing-masing orang, tapi juga seluruh anggota keluarganya

Apa yang dilakukan oleh para penjaga penjara yang juga adalah serdadu Khmer Merah jauh di luar ambang waras pikiran manusia normal, brutal, keji dan biadab. Para serdadu penjaga penjara dan juga pengurus penjara ini berhasil dicuci otaknya untuk menyiksa dan membunuh tahanan dengan tanpa rasa bersalah dan penyesalan sedikitpun. Bahkan diantara para tahanan tersebut adalah orang tua dan saudara kandung mereka sendiri. 
Gerbang Museum Tuol Sleng
Peraturan2 untuk para tahanan

Di dalam lokasi gedung kita disambut semacam tugu kecil dan papan pengumuman
Bagian Luar dari Museum Genosida Tuol Sleng
yang berisikan aturan2 yang harus ditaati oleh tahanan Aturan ini berbunyi :
  1.  You must answer accordingly to my questions, don’t turn them away, (Anda harus menjawab sesuai pertanyaan saya. Jangan melawan.)
  2.  Don’t try to hide the facts by making pretexs this and that. You area stricly prohibited to contest me, (Jangan mencoba untuk menyembunyikan fakta dengan mencari alasan ini- itu. Anda dilarang keras untuk menantang saya)
  3. Don’t be a fool for you are chap who dare to thwart the revolution, (Jangan berpura-pura tidak tahu jika Anda ditanya mengenai seseorang yang berani menggagalkan revolusi)
  4. You must immediately answer my questions without wasting time to reflect, (Anda harus segera menjawab pertanyaan saya tanpa membuang-buang waktu)
  5. Don’t tell me either about your immoralities of the essence of the revolution, (Jangan memberitahu saya mengenai keburukan makna revolusi.)
  6. While getting lashes or electrification you must no cry at all,  (Meskipun mendapatkan cambukan atau disetrum listrik, Anda tidak boleh menangis sama sekali)
  7. Do Nothing, sit still and wait for my orders. If there is no order, keep quiet. When I ask you do to something, you must do it right away without protesting, (Jangan berbuat sesuatu, diamlah dan tunggu aba-aba saya. Jika tidak sedang diperintah, diamlah. Ketika saya meminta Anda untuk melakukan sesuatu, maka Anda harus melakukannya langsung tanpa memprotes)
  8. Don’t make pretexts about Kampuchea Krom in order to hide your jaw of traitor, (Jangan berkilah bahwa Anda adalah Kampuchea Krom (Bangsa Khmer) untuk menyembunyikan rahasia ataupun pengkhianatan Anda)
  9. If you don’t follow all the above rules, you shall get many many lashes of electric wire, (Jika Anda tidak mengikuti semua aturan di atas, Anda akan mendapatkan banyak cambukan kawat listrik)
  10. If you disobey and point of my regulations you shall get either ten lashes or five shocks of electric discharge (
    Jika Anda tidak mematuhi semua peraturan saya, Anda akan mendapatkan sepuluh kali cambukan atau lima kali disetrum listrik)
Saat guide memberi penjelasan saya tidak sabar untuk menyusuri gedung itu, saya beranjak sendiri melongok keruang kelas dibelakang kami, langsung saya melongo atau mungkin kaget karena dihadapkan langsung pada ruang penyiksaan, ruangan yang dibiarkan seadanya, tidak di dramatisir, ruangan yang kusam di cat seadanya. Perasaan seram mulai membayangi manakala memasuki ruangan di lantai satu Gedung A tersebut. Pada setiap ruangan ada tempat tidur besi lengkap dengan batangan dan kalung kaki besi serta satu buah kotak terbuat dari seng, kotak itu ternyata tempat peralatan untuk mencabut kuku. 

Sementara di dinding terpajang sebuah figura foto asli salah seorang korban yang disiksa di atas tempat tidur tersebut. Di atas tempat tidur inilah para tahanan dipukul dan disiksa dengan benda tumpul selain senjata api,



Pada ruangan berikutnya dipamerkan foto hitam putih para tahanan. Begitu banyak foto hitam putih yang terpajang dan tersusun rapi dalam bingkai kaca. Ekspresi wajah yang terdapat dalam foto-foto tersebut menggambarkan keputusasaan, ketakutan dan kepasrahan.

Inilah dokumentasi foto asli para tahanan yang ditemukan kemudian. Foto-foto ini dibuat oleh penjaga dan pengurus penjara saat proses interogasi atau setelah penyiksaan. Artinya pemotretan ini memang sudah disiapkan.

Bahkan setiap foto tahanan dilengkapi dengan penomoran. dari foto2 tersebut kita bisa lihat anak anak juga tidak sedikit yang ikut disiksa dan korban pembantaian keji Pol-pot

Foto para tahanan sebelum disiksa dan dibunuh
Menurut penjelasan guide, setelah dipotret para tahanan dibunuh secara keji tidak dengan peluru, melainkan dengan benda tumpul atau yang paling banyak dengan cara disembelih atau di tusuk dengan bayonet.

Entah setan apa yang merasuki serdadu penjaga penjara tersebut, yang pasti mereka lebih senang melihat tahanan disiksa pelan-pelan ketimbang langsung ditembak mati. Selain siksaan, dari sisi asupan makanan dan minuman ternyata tidak kalah sadisnya. Para tahanan diperlakukan sangat amat tidak manusiawi.  setiap hari mereka hanya mendapatkan semangkuk bubur nasi encer, kadang2 hanya 4 sendok nasi  dan sedikit air minum, air minum ini pun diberikan dengan cara langsung dituangkan ke dalam mulut mereka.

Gedung D, gedung terakhir dari keseluruhan bangunan museum. Di dalam gedung ini masih tersimpan beberapa alat dan sarana penyiksaan yang digunakan oleh algojo-algojo penjara dan juga serangkaian lukisan tangan yang menggambarkan wujud penyiksaan untuk masing-masing peralatan penyiksaan yang pamerkan.

Di bagian ruangan berikutnya ada lukisan yang menggambarkan seorang tahanan perempuan yang ditelanjangi dan diikat seluruh tangan dan kakinya dan kemudian (maaf) dipotong puting payudaranya dengan mempergunakan alat penyatut, lalu dibagian dadanya dilepas kalajengking dan dibiarkan mengigit si perempuan malang tersebut sampai mati, saya merinding .. sungguh biadab, 

Cerita lainnya, tahanan juga di kuliti hidup2 atau di rendam dalam bak yang dialiri listrik.  Ibu hamil yang coba-coba melawan akan diikat di tiang dan perutnya dibelah untuk mengeluarkan bayinya. (sangat biadab dan tidak berprikemanusiaan) Bayi-bayi merah itu akan digantung di sebuah pintu menghadap ke luar dan baru diturunkan jika sudah mengering Oh Tuhan...

Satu per satu ruangan saya jelajahi. disalah satu ruangan  kita dapat melihat langsung wujud kursi bor batok kepala, meskipun sudah usang, kursi penyiksaan itu masih tersimpan rapi di lemari kaca.
Wanita dalam foto ini istri salah seorang bekas menteri rejim Khmer Merah yang oleh Pol Pot dianggap telah mengkhianatinya, disiksa sampai mati dengan cara dibor kepalanya sambil memeluk anaknya

Pohon tempat bayi2 dibunuh


Kawat yg dipasang untuk mencegah tahanan bunuh diri

Kisah lainnya adalah bayi-bayi atau anak2 yang tak berdosa di bunuh dengan cara mengerikan dilukiskan dengan jelas bagimana nasib bayi tersebut, bayi itu oleh penjaga di lempar ke atas dan saat tubuh bayi itu melayang turun, tubuh lembut bayi itu disambut dengan tusukan bayonet yang merobek-robek tubuh mungilnya. 
Pada lukisan lain menggambarkan seorang bayi mungil dibunuh dengan di pegang kakinya kemudian tubuhnya dihantamkan ke batang kayu sampai hancur, .. huff maaf mungkin tulisan saya terlalu vulgar tapi memang begitulah kisah aslinya, terlihat juga tumpukan mayat bayi dan anak kecil yang bersimbah darah dan dijejer seperti ikan, tampak terlihat bagaimana para penjaga dengan tangan dingin mereka melempar dan mengatur jejeran mayat tersebut.

Saya merasa tidak cukup kata dan tulisan untuk menggambarkan kekejaman rezim Khemer merah dan kisah kelam rakyat kamboja dimasa itu, kisah ini hanya sebagian kecil yang dapat saya tulis di blog ini. Sungguh, sampai saat saya menulis tentang perjalanan ke museum ini yang saya lihat dengan mata kepala ini, tulang saya masih gemetar.., Wallahu'alam..

Tulisan dan photo juga berasal dari sumber2 lain.

Teriknya cuaca di Sungai Ton Lesap PhnomPenh
Aku dan Han