Jumat, 13 September 2019

Tugas Badal untuk Jamaah Sakit (Udzur)

Tgl 26.8.18, 




Alhamdulillah dapat tugas badal Haji (satu Orang) dan badal Ifada berjumlah 5 org, sehari hanya sanggup badalin Ifada utk 2 org

  1. Badal haji adalah "Menggantikan" maknanya adalah seseorang yang menggantikan haji dari orang yang seharusnya menunaikan Ibadah Haji disebabkan oleh faktor halangan, usia lanjut atau meninggal dunia
  2. Yang menghajikan harus sudah haji. 
  3. Niat untuk membadali harus untuk orang yang dibadali sebagaimana niat “Labbaika ‘an Syubrumah”.
"menghajikan orang lain dan hukumnya boleh dengan ketentuan bahwa orang yang menjadi wakil harus sudah melakukan haji wajib bagi dirinya dan yang diwakili (dihajikan itu) telah mampu untuk pergi haji tetapi dia tidak dapat melaksanakan sendiri karena sakit yang tidak dapat diharapkan sembuhnya. (Udzur Syar'i) yang menghilangkan istitha'ahnya (kemampuannya) atau karena meninggal dunia setelah dia berniat haji. Orang laki-laki boleh mengerjakan untuk laki-laki dan perempuan, demikian pula sebaliknya. Di utamakan yang mengerjakan itu adalah keluarganya" .(website Haji, Kementerian Agama)

Disaat lelah tetaap harus selpih...😍😀

Menjalani ibadah Tawaf dan Sa'i itu berat, apalagi membadalkan orang.

Hari I
Setelah saya tawaf untuk haji yang saya badalkan , selanjutnya saya tawaf untuk badal Ifadah untuk orang selanjutnya (artinya dalam satu waktu saya mengelilingi Ka'bah sebanyak 14 putaran
Saat Badal Tawaf yg kedua rasanya ga sanggup dan rasa putus asa pun menyergap, hampir nangis dan mau nyerah karena kaki udah susah untuk dilangkahkan, ...
Ditengah lelah dan rasa putus asa itu aku ingat untuk menyerah pada Allah, mohon kekuatan dan istighfar berkali kali... 

Pas putaran akhir tawaf ke dua (Putaran ke-14), azan subuh berkumandang, kami sholat dan aku berdoa bermohon kekuatan karena Sa'i harus dilaksanakan... aku hanya bermohon utk sabar dan sanggup melaksanakan tugas ini .. 
Bermohon ibadah Sai utk mewakili jemaah sakit ini bisa aku tunaikan, ini utk melengkapi ibadah haji jamaah yg tak berdaya di rumah sakit.
Bismillah .. aku melangkah utk Sa'i dari Safa ke Marwa (jarak perjalanan 7 kali bolak balik dari safa ke marwa itu setara dengan berjalan kaki sejauh 3.5 km) dan itu dilakukan 2 kali artinya dari safa ke marwa itu saya lakukan 14 kali bolak balik
Awalnya langkah kakiku terasa berat, langkahku diseret pelan, aku pasrahkan semua ke Allah... aku tak mau mengeluh .. hanya istighfar.. 
Tiba2 aku ingat harus memotivasi diri, aku membayangkan aku berjalan dg gagah sembari berucap berkali2 'Alhamdulillah', Alhamdulillah, Alhamdulillah..... 
Luarbiasa.. sedikit demi sedikit kakiku mulai ringan dilangkahkan, pegel dan sakit dari paha sampai tumit udh ga terasa lagi.. 


MasyaAllah... berjalan dari Safa ke Marwa aku lakoni dg ringan tuntas tanpa istirahat.. hanya istirahat untuk melakukan Sa'i putaran ke 2 

Di Masjidil Haram semua keajaiban dan pertolongan Allah secara langsung itu terbukti ada.

Badal Ifada hari ke 2

Masih 4 orang jemaah lagi yang harus dibadalkan Tawaf ifadanya, baiklah .. aku punya Allah ku, yg akan memberikan kekuatan pada hambanya... Alhamdulillah

Al Aziziyah Janubiyah- Makkah Al Mukarramah 26 Agustus 2018 @ Mecca, Saudi Arabia

Pembimbing Ibadah Haji Jemaah Udzur (PIJU)


Ini cerita ku tahun 2018 saat tugas di KKHI Mekah Saudi Arabia

Bu Halijah dari Palembang usia 71 thn, beliau yang lagi menyendok puding strobery dengan hati-hati ke mulutnya.
Kulihat pudingnya melesat jatuh dipinggir bibir, ... 
Aku masih membimbing seorang jamaah utk bertayamum.
Setelah selesai kuhampiri bu Halijah dan menawarkan untuk menyuapin pudingnya yang tinggal separo, 
hanya sebagian yang masuk kemulut karena sebagian lagi numpuk dileher & ku-bersihkan dengan tissu.
Sambil menyuapin kami ngobrol, beliau tanya apa aku tinggal di makah?, aku jawab aku kerja di Jakarta, berasal dari Padang dan sekarang bertugas di makkah utk menyuapin ibu.. 
Beliau tertawa, aku tanya balik, ibu naik haji dengan siapa?, 

Beliau cerita berangkat haji sendiri karena suami sudah meninggal berpuluh tahun lalu.., 
Dan tiba-tiba beliau ngomong 'nenek tak punya anak...' -aku tercekat-, aku tersentuh dan berucap sabar ya bu, yang penting ibu ga merasa sendiri krn kita punya Allah ...
MasyaAllah aku tiba2 merasa masuk dalam perasaan beliau, aku bisa merasakan bagaimana perasaan itu, 
Mataku merebak dan airmataku jatuh, sabar ya buu kita sama bu, saya juga belum dititipin anak sama yg maha kuasa, .. 

Nenek beruntung nak ponakan selalu berkunjung, dan yg berangkatkan haji ini ponakan2 nenek mereka patungan bayar ongkos haji, nenek dijaga dan disayang seperti mereka menyayangi orang tua mereka katanya, 
Bu Halijah

MasyaAllah.. ibu orang yang beruntung selalu bersyukur ya bu.., (aku memanggil ibu, tapi beliau menyebut dirinya nenek)


Airmata penuh syukur untuk ibu itu masih mengalir diwajahku , tiba2 pak Ade jurnalis yang lagi ambil berita di KKHi saat itu panggil aku 
Aku buru2 mengeringkan airmata dan mengikuti pak Ade, lalu beliau bilang bu ini orang ANtv mau wawancara, 
Dduh saya gelagapan, mo wawancara apa pak?, kata pak Ade nanti saya akan tanya apa saja tugas PIJU di rumah sakit ini dan suka duka nya.
Ok siap.. duh saya ga dikasi kesempatan utk berkaca hehe , walaupun mata masih merah.

Wawancara dengan ANTV lancar, tiba2 pak Ade tanya apa yg membuat ibu menangis tadi?.. 
Aku kaget, spontan aku tersedu . kamera msh menyorot, ku-kasi kode untuk stop, 
Tapi kata pak Ade ga-papa lanjut saja.., 
kenapa ibu sedih, dia ulang bertanya .. ehh tangisku makin menjadi. 
Aku menangis di depan kamera TV ..

Iih maluu.. padahal ga penting2 amat utk disedih kan.
Mungkin saat itu lagi sadmood yaa... atau karena aku merasa saat tua nanti, saat tak berdaya, aku menghawatirkan diriku.

Dan tau ada yang senasib tapi masih ada yang menyayangi aku aku benar-benar terharu penuh syukur.

Saat menulis ini aku ingat, aku masih punya anak-anak yang sayang dan dekat dengan ku,  walaupun bukan anak-ku sendiri

~Pengen liat hasil wawancara nya hihi...


KkHI 4 Sept 18